CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pyzam Glitter Text Maker



Sabtu, April 11, 2009

JANGAN BIKIN ANAK TERTEKAN

Demi gengsi, anak baru berusia 4-5 tahun sudah dikursuskan bahasa Inggris. Itulah yang sering kita jumpai saat ini. Katanya sih agar bisa bersaing di dunia yang serba kompetitif ini. Memang ada anak yang bisa belajar bahasa asing dengan mudah. Namun tidak sedikit juga anak yang bingung mempelajarinya. Saking bingungnya si anak sulit untuk mengucapkannya. Yang terdengar malah logatnya saja, lalu mempengaruhi pengucapannya dalam bahasa Indonesia, ”Zalan bechek, gak ada ozek”.

”Bahasa itu simbol. Jadi sebelum si anak memahami betul bahasa ibunya maka orangtua jangan memaksakan anak untuk belajar bahasa asing. Kalau terus dipaksakan, anak tidak akan mengerti,” kata psikolog dr Rose Mini AP MPsi, beberapa waktu lalu.
Dikatakan, mengenalkan bahasa asing sejak dini kepada anak memang bagus. Soalnya otak anak plastis sehingga mudah menyerapnya. Bila diibaratkan spon (busa) seperti itulah gambaran otak anak. Bila ada air tumpah dari gelas maka air itu akan dengan mudah diisap oleh spon.

Meski begitu, psikolog yang akrab disapa Mbak Romi itu juga mengingatkan, bila si anak dipaksa untuk belajar bahasa asing namun bahasa ibunya belum dipahami dengan baik maka akan membuat sang buah hati mengalami gangguan emosi, intelektual, dan motoriknya.
”Bila Bahasa Indonesianya belum fasih maka anak juga belum sempurna mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Kalau begitu, bagaimana si anak bisa mengucapkan kata dalam bahasa Inggris dengan benar? Yang ada malah si anak dimarahin. Anak pun jadi tambah tertekan,” ujarnya.

Menurut pengajar pada Fakultas Psikologi UI tersebut, jika si anak sudah memahami bahasa ibunya maka bahasa asing dapat diajarkan kepada anak. Tapi syaratnya, bahasa asing yang diajarkan itu harus dipergunakan sebagai bahasa sehari-hari.

”Misalnya anak itu akan tinggal di luar negeri karena mengikuti orangtuanya. Kalau tidak dipraktikkan percuma. Seperti halnya kita kalau belajar komputer nggak dipraktikkan ya nggak bisa-bisa. Di sekolah yang saya dirikan, saya terapkan aturan itu. Kalau cuma buat gengsi doang saya tolak,” tutur ibu dari Larasati Sekar Rianom itu.
Direktur Utama PT Essa Satyagrap Abbid tersebut menjelaskan, usia 1-3 tahun adalah masa keemasan bagi orangtua untuk mengasah kemampuan berbahasa si kecil. Jadi meskipun anak belum bisa berbicara, orangtua tetap dapat berkomunikasi dengan mereka. Orangtualah yang perlu banyak berbicara dengan anak. Sebab semakin banyak anak mendengar semakin cepat mereka mengenali kata-kata dan menirukannya.
Lewat musik
Rose Mini mengatakan, untuk mengajari anak berbahasa asing, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya lewat musik. Musik akan membuat anak senang dan tenang. Anak juga tidak merasa bosan. Secara psikologi kondisi itu akan menjadikan anak mudah menangkap dan menyerap kata-kata.
”Nah, orangtua juga perlu mengenal karakter anak. Dengan begitu orangtua tahu cara yang tepat. Ada anak yang cepat me-mahami bahasa asing melalui musik. Sambil bermain dan bernyanyi anak-anak akan mudah menghafal dan memahami,” ujar perempuan kelahiran Jakarta 24 April 1960 itu.
Demikian juga disampaikan komposer kondang Purwa Tjaraka. Ia mengatakan bahwa musik dapat membantu meningkatkan kemampuan intelektualitas anak. ”Bayi yang di dalam kandungan bila diberi stimulasi musik klasik akan meningkat kecerdasannya. Musik dapat membuat anak senang sehingga anak pun akan mudah memahami sesuatu,” imbuh Purwa.
Stimulasi Perkembangan Kecerdasan Anak
• Konsep Enfa SmA+rt Adventure
Belajar bahasa asing tidak hanya bisa dilakukan di tempat kursus. Orangtua yang kreatif juga bisa mengajarkannya. Tidak ada salahnya juga orangtua mengajak anaknya ke Enfa Smart Adventure. Selain bisa belajar bahasa, anak juga dapat bermain musik atau yang disebut Smart Musik, bermain kolam bola, lego, dan mewarnai atau Smart Play.
Anak juga dapat bermain masak-masakan dan mengenal buah-buahan, membaca beragam bacaan yang berhubungan dengan makanan. Kegiatan tersebut dinamai Smart Nutrition.
”Konsep ini merupakan serangkaian stimulasi yang dapat orangtua lakukan bersama anaknya dalam membantu perkembangan kecerdasan anak,” tutur Marketing Director Mead Jhonson Asianti Sukendar, beberapa waktu yang lalu.
Menurut dr Rose Mini, Enfa SmA+rt Adventure adalah kegiatan yang dapat membantu perkembangan otak anak. Dalam kegiatan tersebut bermain adalah sarana belajar bagi anak.
”Fakta menunjukkan bahwa sinyal otak dan urat syaraf otak pada anak akan berkembang saat mereka main, yang kemudian akan membantu meningkatkan memori otak dan pemahaman si kecil. Sebuah penelitian terkini menyebutkan bahwa bermain dan kegiatan menstimulasi bagi anak di bawah usia dua tahun dapat meningkatkan IQ hingga 15-30 poin,” kata Rose Mini.
Ditambahkan, stimulasi sejak dini terhadap seluruh panca indera akan membuat anak kaya akan pengalaman sensorik (mendengar, melihat, meraba, menghirup, dan mengecap). Semakin lama dan banyak stimulasi yang didapatkan sang buah hati, semakin besar menfaatnya untuk masa depan anak.
Asianti Sukendar menjelaskan bahwa kegiatan Smart Adventure akan diadakan di beberapa mal terkemuka di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Kegiatan digelar Juni-Agustus 2008. Aktivitas tersebut pertama di gelar di Cilandak Town Square, pada 15 Juni lalu. (dod)

Tip Mengajari Anak Bahasa Asing
Dengan alasan kompetisi, anak-anak kini dituntut menguasai bahasa asing. Oleh karena itu sejak TK, anak-anak pun mulai diperkenalkan kepada bahasa Inggris. Berikut ini tip untuk mengajarkan anak berbahasa asing;
1. Syarat utama untuk mengajarkan kepada anak bahasa asing adalah anak harus dapat memahami bahasa ibunya. Bahasa ibu adalah bahasa yang dipergunakan sehari-hari. Bila bahasa sehari-hari itu belum dipahami lalu si anak dijejali oleh bahasa asing, maka ia akan kebingungan dan tertekan.
2. Bila anak sudah memahami bahasa ibunya maka pengenalan bahasa asing dapat dilakukan dengan pengenalan kosa kata. Bisa dengan gambar, melihat benda aslinya, dan lewat film. Contohnya buah jeruk. Untuk memudahkan bisa diperlihatkan gambar jeruk atau dengan memperlihatkan buah jeruknya.
3. Pengenal bahasa asing dapat diberikan lewat musik. Misalnya pengenalan huruf dilakukan sambil bernyanyi.
4. Pengenalan bahasa asing dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan gambar, buah aslinya, serta sambil bernyanyi.
5. Alangkah baiknya sebelum memperkenalkan bahasa asing, orangtua tahu kemampuan anaknya. Dengan begitu orangtua dapat merencanakan cara pengenalan bahasa asing yang terbaik. Bila anak kesulitan, orangtua jangan memaksa anak.
6. Untuk memudahkan anak menguasai bahasa asing maka bahasa itu harus dipergunakan dalam bahasa sehari-hari.

Warta Kota/ cahyo nurdin

0 komentar: