Oleh: M BUSYAIRI AS
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan organisasi profesi guru yang lahir jauh sebelum UU Guru dan Dosen ditetapkan. Dalam sejarahnya, PGRI banyak memperjuangkan nasib guru, selain berjuang memunculkan UU Guru dan Dosen, juga berjuang dengan gigih untuk meloloskan alokasi 20 persen APBN/APBD untuk pendidikan.
Selain program perjuangan, PGRI tidak luput dari kesalahan, khususnya kesalahan para pemimpinnya yang tidak independen seperti dikehendaki oleh AD/ART PGRI. Pada Desember 2006 misalnya, di Kabupaten Malang terjadi demo yang pro dan kontra dari pejabat di lingkungan Dinas P&K karena tidak puas dimutasi. Demo yang menyertakan PGRI ini berujung pada pendongkelan posisi kepala dinas. Paling akhir, PGRI di wilayah Jawa Timur masuk arus dalam menentukan sikap politik dan dukungan di ajang pemilihan gubernur. Sikap seperti ini bukanlah sikap PGRI sebagai organisasi, karena PGRI harus independen, sebab ujung-ujungnya baik yang pro maupun kontra sama–sama anggota PGRI. Imbasnya organisasi PGRI menjadi rentan untuk terbelah.
Momentum hari jadi Guru Indonesia ke-63 (25 November 2008) marilah di jadikan tonggak untuk kembali kepada tugas profesional guru. Pengertian dari arti kata profesi dapatlah saya sebutkan sebagaimana berikut: Profession (noun) 1 occupation 2 public statement; Profesi (kata benda) (1) jabatan, pekerjaan yang merupakan sumber penghidupan (2) pernyataan publik. (Oxford Dictionary, hal. 329, 95) Seseorang dikatakan profesional, bila mana pada dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya, sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap continous improvement; selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan jamannya. Komitmen ini dilandasi kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas menyiapkan generasi penerus yang akan hidup pada zamannya dimasa depan. Sedangkan makna Profesional (adj) 1 of a profession. 2 having or showing a high standart of work. 3 doing as a job what others do as a hobby. Profesional (noun)professional person; Profesional (kata sifat) (1) dalam sebuah profesi; (2) memiliki atau menunjukkan suatu standart tinggi dari pekerjaan; (3) melakukan sesuatu seperti sebuah pekerjaan sedangkan yang lainnya mengerjakan hal itu sebagai hobi. Profesional (kata benda) seseorang yang profesional. (Oxford Dictionary, hal. 329, 95) Profesionalisasi; peningkatan mutu profesi, upaya mengarah keprofesionalan. (Kamus Ilmiah Populer, hal.627, 94). Profesionalitas; kemampuan untuk meningkatkan profesi. Profesionalisme; sikap terhadap profesi pengetahuan masalah keprofesian. Profesionalisme (noun) skill or qualities of a professional (kemampuan atau kualitas dari seorang profesional). (Oxford Dictionary, hal. 329, 95)
Dengan kejelasan arti kata sebuah profesi serta bagaimana menjadi seorang professional itu semoga organisasi PGRI yang notabene mewadahi organisasi guru seluruh Indonesia pada tonggak hari jadi guru tahun 2008 yang sudah berusia 63 tahun ini, dapat semakin dewasa dan semakin brilian dalam mengemban amanatnya bukan semakin berani bermain-main sebagaimana sejarah masa lalu. Marilah kita kubur sejarah kelabu masa lalu dimana waktu itu PGRI terpecah belah , PGRI non vak sentral, PGRI kongres, Pergunu, adapula PGRI dari unsur Nasionalis dan lain sebagainya. Apakah pada jaman yang sudah diatur dengan jelas dengn undang-ndang masih berani memihak seperti itu? Ingat guru–guru masih membutuhkan peningkatan karier disamping peningkatan kesejahtraan, tidak seperti sebagian besar dari pengurusnya yang sudah pension dan sudah sejahtera.
Marilah nasib guru ke depan kita pikirkan bersama bagaimana perjalanan guru-guru untuk menuju kepada sebuah keberhasilan cita-citanya yang luhur itu dapat terwujud.selamat berulang tahun semoga sukses. Dirgahayu Guru Indonesia.
http://www.koranpendidikan.com/artikel/2065/mempertanyakan-profesionalitas-pgri.html
Minggu, Mei 24, 2009
MEMPERTANYAKAN PROFESIONALITAS PGRI
Label: Pendidikan manajemen tenaga kependidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar