CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pyzam Glitter Text Maker



Rabu, Mei 20, 2009

ASPEK-ASPEK PENGAJARAN YANG BERMUTU

oleh: DANIEL GINTING SSi MPd
Selaras dengan seruan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengenai proses penjaminan mutu di perguruan tinggi, saat ini banyak digalakkan penggunaan model evaluasi partisipatoris. Metode ini -seperti sudah dipraktikkan pada kampus-kampus di luar negeri- menempatkan peran penting mahasiswa dalam melakukan penelitian. Meski model ini masih tidak sepenuhnya imun dari penilaian yang komprehensif dan seimbang.
Berdasarkan penelitian GEES pada 2005, terdapat dua aspek dasar yang menurut mahasiswa amat terkait dengan kualitas pengajaran, yaitu kepribadian (what a good teacher is) dan proses pengajaran (what a good teacher does). Aspek kepribadian menyangkut sifat dan sikap pengajar bersangkutan. Sementara proses pengajaran menyangkut kemampuan pengajar dalam mengomunikasikan materi perkuliahan. Ada tiga unsur pendukung dari aspek kepribadian, yaitu aksesibilitas, antusias, dan humoris. Seorang pengajar memiliki aksesibilitas tinggi bila dia mudah ditemui, ide atau penjelasan yang disampaikan mudah dimengerti, dan selalu terbuka dan ramah dalam bersikap dan berdiskusi. Dengan kata lain, pengajar yang baik adalah pengajar yang bersedia menempatkan mahasiswa sebagai mitra dan bukan ‘anak kecil”. Sedang unsur antusias bisa terpenuhi oleh seorang pengajar bila mampu menunjukkan peforma mengajar yang bersemangat dan hidup. Mengajar bukanlah suatu beban, namun sebagai suatu pekerjaan yang menimbulkan gairah dan vitalitas sebagaimana terpancar dari wajah dan penampilannya yang menyenangkan. Akibatnya, mahasiswa akan mengalami suasana belajar yang penuh semangat dan semakin termotivasi dalam belajar.
Selain itu, pengajar juga dituntut untuk mempunyai sikap yang yang humoris. Sikap humoris berarti bahwa si pengajar mencoba mengolah isi pengajarannya sedemikian rupa sehingga bisa menimbulkan suasana jenaka di kelas. Suasana belajar yang semula kaku menjadi cair. Dengan mood yang baik ini maka siswa akan semakin mudah untuk menerima apa yang disampaikan oleh pengajar. Aspek kedua tentang pengajaran yang bermutu adalah proses pengajaran yang dilakukan pengajar di kelas. Dalam proses di kelas ini ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pengajar yaitu: kemampuan mengaitkan teori dengan pengalaman hidup nyata, kemampuan penyampaian content dan konsep pengajaran dengan diksi dan media pendukung, dan keterbukaan untuk berkomunikasi secara individu. Mengaitkan teori dengan pengalaman hidup merupakan kemampuan pengajar untuk “membumikan” konsep pengajarannya sehingga mudah dicerna oleh siswanya. Kesan pengajaran yang terlalu teknis, teoritis seringkali mendemotivasikan mahasiswa dan kurang menstimulasi kegairahan belajar. Sebaliknya ketika konsep itu bisa dibahasakan dalam realitas praktis, selain untuk lebih menarik dan dicerna. Penyampaian pengajaran melalui media verbal dan visual juga menjadi unsur penting. Media verbal menyangkut kemampuan pengajar menggunakan diksi yang tepat dan relevan dengan tingkat pemahaman. Selain juga ada hal-hal baru yang dipelajari. Selain itu, penggunaan media yang menarik akan sangat mendorong suatu pengajaran yang berkualitas misalnya dengan penyajian dalam presentasi power point dan web support. Bagian terakhir dalam proses pengajaran adalah kemampuan pengajar untuk berkomunikasi dalam basis individu. Dalam pengertian ini, pengajar tidak menutup diri dan mengganggap dirinya sebagai manusia yang eksklusif. Sebaliknya dengan keterbukaan dan sikap yang menerima atas kelebihan dan kekurangan mahasiswanya, pengajar melangsungkan komunikasi. Tuntutan performa menurut kriteria mahasiswa di atas memang bukanlah hal yang mudah. Pengajar adalah manusia dengan sisi keunikan yang berbeda satu. Namun demikian apa salahnya bila kita pihak pengajar juga sedia melihat sisi positif dari pandangan dan harapan mahasiswa tersebut. Bila hal tersebut memberi dampak yang positif terhadap kualitas pengajaran, mungkin ada baiknya bila kita mencoba.

http://www.koranpendidikan.com/artikel/2541/aspek-aspek-pengajaran-yang-bermutu.html

0 komentar: