CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pyzam Glitter Text Maker



Minggu, Mei 24, 2009

GURU DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

Oleh: ISNAENI SPd
Kepemimpinan guru dalam pendidikan amat berpengaruh dalam menghasilkan out put yang berprestasi, baik akademik maupun non akademik. Sekarang ini, kiprah guru sebagai teladan seolah luluh oleh keegoisan anak didik, pengaruh kemajuan teknologi, dan juga keapatisan guru. Andaikata setiap guru menjalankan lima jenis kepemimpinan dalam pendidikan, maka guru akan menjadi pahlawan abadi di hati anak didik. Lima hal yang harus dimiliki guru sebagai pemimpin pendidikan yaitu menjadi pemimpin yang disukai, dipercaya, mampu membimbing, berkepribadian, serta abadi sepanjang zaman. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu contoh sosok yang berdedikasi sebagai guru, pendidik, pembimbing dan pejuang yang hingga hari ini terus terpatri dan abadi di masyarakat Indonesia.
Sebagai sosok yang disukai dan menyukai siswa, seorang guru secara fisik hendaknya bisa menyenangkan hati siswa. Ini bisa dimulai dari cara berpakaian, berbicara, dan tidak pelit bercanda ria. Kadang juga perlu bagi seorang guru untuk berbagi cerita dengan siswa sehingga tidak ada jarak antar keduanya. Meski guru juga tetap bersikap hati-hati dan tetap arif dalam menempatkan diri sebagai orang tua kedua siswa. Sebagai sosok yang mampu dipercaya atau amanah, seorang guru harus memberi materi pembelajaran secara benar. Sebab perkataan seorang guru ibarat senjata bagi siswa yang akan dibawanya sepanjang umur. Untuk menumbuhkan sikap saling percaya, guru harus menempatkan siswa sebagai sosok yang memiliki kemampuan. Tugas guru adalah menggali serta mengembangkan potensi itu agar menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Menghargai kerja keras dalam proses belajar-mengajarnya dan siswa pun merasa dihargai dan dipercaya sehingga menimbulkan kepercayaan pada sosok gurunya. Adapun sikap yang dikembangkan berupa pemberian tanggung jawab, memperbaiki kesalahan siswa dan selalu menggali kemampuan yang dimiliki siswa dengan memperhatikan perbedaan kemampuan masing-masing siswanya
Selain dapat dipercaya, guru juga sebagai motivator yaitu guru harus mampu membimbing dan memberi semangat siswa-siswinya dalam meraih sukses. Bersikap loyal dalam meningkatkan kualitas belajar siswanya, memaksimalkan strategi pembelajaran, menggunakan media dan sumber yang ada, serta mendorong siswa dalam semua kegiatan sehingga siswa lebih percaya diri dalam meraih asanya. Dengan demikian sosok guru sebagai pembimbing dan motivator sangat berperan untuk kemajuan pendidikan, sikap memberi dan mendahulukan kepentingan siswa/ umum menjadi teladan dalam prilaku akan menjadikan panutan pengikut-pengikutnya atau siswa-siswi itu dengan sendirinya. Dalam pembelajaran di kelas jangan sungkan-sungkan memberikan pujian,penghargaan untuk merangsang kemajuan belajarnya sampai siswa itu benar-benar merasa berharga dan bermanfaat baik bagi dirinya maupun teman-temanya. Jika mereka melakukan kesalahan arahkan dengan bijak.
Sebagai guru harus jeli, apa yang diinginkan anak didiknya dan tidak pelit terhadap nasehat. Tumbuhkan impian suksesnya dan kembangkan rasa percaya diri dan keberaniannya. Selain itu pemimpin yang hampir sempurna adalah pemimpin yang berkepribadian yang baik ( akhlakhul karimah ) maka guru yang diharapkan adalah pribadi yang mampu mengenal dirinya sendiri karena dengan mengenal kekuranga-kekuranganya pasti kita akan mampu memperbaiki nya dan menyadarinya sehingga mau menerima masukan atau kritikan, terus belajar dan mengenal kelebihan dirinya dan mampu mentransperkan ilmunya kepada anak didiknya sehingga generasi kita akan lebih baik dan sukses karena guru telah mampu menyaring dan memberikan yang terbaik untuk kehidupanan masa depan siswa-siswinya.
Menahan hawa nafsu juga tak kalah penting dalam mewujudkan guru yang berkepribadian baik,bersikap demokratis, tidak sewenang-wenang karena merasa lebih pintar, lebih tua, dan berpengalaman. Kadang-kadang guru tidak mau dikritik atau pun belajar. Guru yang abadi adalah guru yang mampu diingat sepanjang masa oleh siswa-siwinya, diukir dalam sanubarinya sampai dia dewasa. Bila siswa-siswi kita selalu mengingat, meneladani dan melaksanakan petuah serta berhasil dalam akademik, berarti siswa itu sudah mengenang dan mengabadikan gurunya. pembelajaran yang dilakukuan dikelas semasa kecilnya terukir abadi di hatinya.sikap abadi ini menunjukan adanya penyatuan dari gabungan sikap-sikap yang telah diterimanya selama ini baik secara intelegensi atau pun emosinya.dengan demikian guru seba iknya memilki 5 tahapan tersebut dan bila kita sudah mampu melakukanya insyaalah kita akan menjadi guru yang abadi dihati siswa-siswinya.
Bila guru sudah mampu meraih kelima jenis tahapan kepemimpinan pendidikan tersebut maka guru tersebut akan mampu menciptakan generasi penerus yang sehat,berintelektual dan memiliki emosi yang baik sehingga prestasi akan mudah diraih karena pada dasarnya setiap anak memiliki kecerdasan dan kelebihan. Hanya saja guru sebaiknya dapat mengasah dan membantu mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya sampai anak dapat meraih impian dan cita-citanya sesuai dengan perkembangannya. Maka jadilah guru sebagai pemimpin pendidikan yang disukai, dipercaya, didengar bimbinganya, diteladani kepribadianya dan dikenang sepanjang nafasnya.

http://www.koranpendidikan.com/artikel/1799/guru-dan-kepemimpinan-pendidikan.html

0 komentar: